Tingkatkan Kemampuan Literasi Al-Qur'an, Siswa Kelas 5 SDN 56 Tolobali Intensifkan Pembelajaran BTQ
Tingkatkan Kemampuan Literasi Al-Qur'an, Siswa Kelas 5 SDN 56 Tolobali Intensifkan Pembelajaran BTQ
Oleh: Hardinah, S.Pd
KOTA BIMA – Suasana religius menyelimuti ruang kelas 5 SDN 56 Tolobali Kota Bima pada Selasa (07/04/2026). Dalam mata pelajaran BTQ, para siswa nampak khusyuk mengikuti kegiatan belajar mengaji yang dibagi ke dalam kelompok kemampuan Iqro dan Al-Qur'an.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan sekolah untuk memastikan seluruh siswa memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis hijaiyah dengan baik dan benar sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Pembelajaran Berbasis Kelompok
Untuk memaksimalkan penyerapan materi, pembelajaran dilakukan dengan metode pengelompokan berdasarkan tingkat kemampuan masing-masing siswa:
Kelompok Iqro: Fokus pada penguatan makharijul huruf (tempat keluarnya huruf) dan kelancaran membaca dasar. Guru memberikan bimbingan intensif bagi siswa agar dapat segera beralih ke jenjang Al-Qur'an.
Kelompok Al-Qur'an: Bagi siswa yang sudah lancar, fokus pembelajaran diarahkan pada pemahaman tajwid, panjang pendek bacaan (mad), serta seni membaca Al-Qur'an agar lebih tartil.
Membangun Karakter Qur'ani
Guru mata pelajaran BTQ memandu langsung kegiatan tersebut dan menjelaskan bahwa mata pelajaran BTQ bukan sekadar pemenuhan kurikulum, melainkan sarana untuk membentuk karakter siswa. "Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat melalui kedekatan dengan Al-Qur'an," ujarnya di sela-sela bimbingan.
Selama proses belajar mengaji di dalam kelas, antusiasme siswa terlihat sangat tinggi. Mereka saling menyimak bacaan satu sama lain di bawah pengawasan langsung dari guru pengampu. Selain membaca, para siswa juga dilatih menulis ayat-ayat pendek untuk memperhalus kemampuan menulis tulisan Arab mereka.
Dukungan Sekolah
Kepala SDN 56 Tolobali menyambut baik konsistensi pelaksanaan BTQ ini. Program ini diharapkan dapat meminimalisir angka buta aksara Al-Qur'an di tingkat sekolah dasar, sekaligus membekali siswa dengan nilai-nilai akhlakul karimah yang terkandung dalam kitab suci.
Dengan adanya pengelompokan yang efektif seperti ini, setiap siswa mendapatkan perhatian yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga progres kemampuan mengaji mereka terpantau dengan jelas setiap pekannya.