Numerasi Jadi Seru! Siswa SDN 56 Tolobali Kota Bima Rebutan Unjuk Gigi dengan Budaya Antre yang Tertib

Numerasi Jadi Seru! Siswa SDN 56 Tolobali Kota Bima Rebutan Unjuk Gigi dengan Budaya Antri yang Tertib

KOTA BIMA – Suasana kelas di SDN 56 Tolobali pada Rabu (4/2/2026) mendadak "heboh". Bukan karena ada gangguan, melainkan karena antusiasme luar biasa dari para siswa saat mengikuti sesi pembelajaran numerasi. Uniknya, meski semangat meledak-ledak, para siswa tetap menunjukkan karakter terpuji dengan membudayakan antre saat hendak maju ke depan kelas.

Kegiatan numerasi yang dikemas secara interaktif ini berhasil mengubah stigma matematika yang menakutkan menjadi tantangan yang menyenangkan bagi siswa.

Kehebohan yang Positif

Kehebohan pecah saat guru memberikan tantangan soal numerasi di papan tulis. Para siswa berlomba-lomba mengangkat tangan untuk mendapatkan kesempatan menjawab. Sorak-sorai penyemangat dari teman dibelakang menambah energi di dalam saat kerjakan soal menciptakan atmosfer belajar yang kompetitif namun tetap suportif.

Ada beberapa hal menarik yang terlihat dalam kegiatan hari ini:

Antrean Tertib: Meski ingin menjadi yang tercepat, siswa secara sadar membentuk barisan yang rapi di depan kelas. Tidak ada aksi saling serobot; semua menunggu giliran dengan sabar.

Numerasi Berbasis Permainan: Guru menggunakan metode visual dan alat peraga sederhana yang membuat konsep angka menjadi lebih mudah dipahami.

Apresiasi Teman Sebaya: Setiap siswa yang berhasil menyelesaikan soal mendapatkan tepuk tangan meriah dari teman-temannya.

"Luar biasa melihat anak-anak begitu bersemangat dengan angka. Yang paling membanggakan bukan hanya kemampuannya menjawab soal, tapi kesadaran mereka untuk tetap tertib mengantre tanpa perlu diminta berkali-kali," ujar salah satu guru kelas.

Membangun Karakter di Tengah Kecerdasan Logika

Pihak sekolah menekankan bahwa kecerdasan numerasi harus berjalan beriringan dengan etika. Budaya antri yang dipraktikkan hari ini adalah bukti nyata bahwa SDN 56 Tolobali berhasil menanamkan nilai-nilai karakter dasar seperti kesabaran dan penghormatan terhadap hak orang lain di tengah proses belajar mengajar.

Dengan semangat seperti ini, numerasi bukan lagi sekadar menghitung di atas kertas, melainkan menjadi sarana membangun kepercayaan diri dan disiplin bagi generasi masa depan Kota Bima.