Digitalisasi Pendidikan: SDN 56 Tolobali Tingkatkan Literasi Numerasi Melalui Kuis Tarik Tambang Matematika Media Smart TV

Digitalisasi Pendidikan: SDN 56 Tolobali Tingkatkan Literasi Numerasi Melalui Kuis Tarik Tambang Matematika Media Smart TV

Bima, [28/01] – SDN 56 Tolobali terus bertransformasi dalam menghadirkan metode pembelajaran yang relevan dengan era digital. Melalui program penguatan literasi numerasi, pihak sekolah kini mulai mengintegrasikan penggunaan teknologi Smart TV sebagai media pembelajaran utama di dalam kelas. Langkah ini diambil untuk mengubah persepsi siswa bahwa matematika bukan sekadar hafalan rumus, melainkan kemampuan logika yang menyenangkan dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini berfokus pada kuis numerasi interaktif. Para siswa tidak lagi menjawab soal di atas kertas, melainkan berkompetisi secara langsung melalui aplikasi berbasis gim yang ditampilkan pada layar besar Smart TV. Visualisasi yang menarik dan warna-warni pada layar digital terbukti mampu memacu adrenalin serta semangat kompetisi yang sehat di antara para siswa. Dengan memanfaatkan gim yang melimpah diinternet, guru-guru SDN 56 TOLOBALI memanfaatkan web yang sudah tersedia seperti "Tarik Tambang Matematika yang dimana disediakan 2 orang siswa untuk berlomba layaknya 2 orang sedang lomba menarik tali tambang siapa yang cepat menjawab maka dia pemenangnya, soal yang ditampilkan berupa pertambahan, pengurangan, maupun perkalian. Yang dimana dengan adanya web tarik tambang matematika dapat memacu siswa berpikir cepat serta menjawab soal dan rasa ingin juara sangat tinggi. 

Kepala Sekolah SDN 56 Tolobali menyatakan bahwa pemanfaatan Smart TV ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mewujudkan ekosistem belajar yang modern dan inklusif. Dengan fasilitas tersebut, guru lebih mudah menjelaskan konsep-konsep numerasi yang abstrak menjadi lebih konkret melalui video tutorial dan grafik interaktif. Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan skor numerasi siswa secara akademik, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri mereka dalam menghadapi tantangan di era teknologi informasi.