Keceriaan Siswa Kelas 1 SDN 56 Tolobali dalam Lomba Estafet Batu: Melatih Ketangkasan Sejak Dini
Keceriaan Siswa Kelas 1 SDN 56 Tolobali dalam Lomba Estafet Batu: Melatih Ketangkasan Sejak Dini
KOTA BIMA – Suara tawa dan sorak sorai menyemarakkan lapangan SDN 56 Tolobali Kota Bima pada Selasa pagi (20/1/2026). Puluhan siswa kelas 1 mengikuti kegiatan olahraga yang seru dan edukatif, yakni latihan pemanasan mandiri yang dilanjutkan dengan lomba Estafet Batu.
Kegiatan ini dirancang khusus untuk motorik kasar anak sekaligus menanamkan nilai kerja sama tim sejak tahun pertama mereka di sekolah dasar.
Pemanasan: Menyiapkan Fisik dan Semangat
Sebelum perlombaan dimulai, para siswa melakukan pemanasan ringan yang dipandu oleh guru olahraga. Dengan gerakan-gerakan sederhana seperti meregangkan tangan, memutar bahu, dan lari-lari kecil di tempat, siswa diajak untuk memahami pentingnya menyiapkan tubuh sebelum beraktivitas fisik agar terhindar dari cedera.
Keseruan Lomba Estafet Batu
Puncak acara hari ini adalah lomba Estafet Batu. Dalam lomba ini, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap anggota tim harus memindahkan batu dari satu titik ke titik lain dengan cepat dan memberikannya kepada rekan setimnya.
Lomba ini bukan sekadar adu kecepatan, tetapi juga melatih:
Koordinasi Kaki dan Tangan: Fokus saat mengambil dan meletakkan batu.
Keseimbangan: Berlari sambil membawa objek tanpa terjatuh.
Kerja Sama (Teamwork): Belajar mengantre dan memberikan dukungan kepada teman sekelompok.
"Siswa kelas 1 sangat antusias. Melalui lomba sederhana seperti estafet batu ini, mereka belajar bahwa untuk menang, mereka harus bekerja sama, bukan hanya mengandalkan diri sendiri," ujar guru kelas 1 SDN 56 Tolobali.
Membangun Karakter Sportif
Meski kompetisi berlangsung sengit, suasana tetap penuh kekeluargaan. Di akhir kegiatan, guru memberikan apresiasi kepada semua tim yang berhasil menyelesaikan tantangan hingga garis finis. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan sportivitas pada anak sejak usia dini.
Kegiatan olahraga pagi ini ditutup dengan pendinginan dan minum air putih bersama, memastikan para siswa kembali ke kelas dalam kondisi segar untuk melanjutkan pelajaran berikutnya.