SDN 56 Tolobali Gelar Aksi 'Cerdas Literasi': Bangun Generasi Kritis Sejak Dini
SDN 56 Tolobali Gelar Aksi 'Cerdas Literasi': Bangun Generasi Kritis Sejak Dini
KOTA BIMA – Suasana pagi di SDN 56 Tolobali tampak berbeda pada Selasa (13/1/2026). Ratusan siswa tampak antusias mengikuti program Cerdas Literasi, sebuah inisiatif sekolah untuk memperkuat kemampuan kognitif dan minat baca siswa di awal semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Bukan Sekadar Membaca
Berbeda dengan kegiatan literasi biasa, program kali ini mengusung konsep "Literasi Bermakna". Siswa tidak hanya diminta membaca buku secara senyap, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas interaktif, seperti:
Resensi Lisan: Siswa menceritakan kembali isi buku di depan kelas menggunakan bahasa sendiri.
Literasi Unsur-unsur kubus dan balok: mempresentasikan bentuk, sisi, ruas dan sudut kubus, balok, tabung dll.
Komitmen Tenaga Pendidik
Kepala SDN 56 Tolobali menegaskan bahwa Selasa Literasi adalah agenda wajib untuk menjawab tantangan rendahnya minat baca di era media sosial.
"Kami ingin siswa SDN 56 Tolobali tidak hanya menjadi konsumen informasi, tapi juga mampu memfilter informasi tersebut. Cerdas Literasi adalah kunci agar anak-anak kami memiliki daya kritis sejak dini," pungkasnya.
Dampak Positif bagi Siswa
Para guru kelas melaporkan adanya peningkatan signifikan pada kosa kata siswa dan keberanian mereka dalam berbicara di depan publik. Salah satu guru kelas 1 dan kelas 6 menyebutkan bahwa melalui kegiatan hari Selasa ini, kedekatan emosional antara guru dan siswa juga terbangun melalui diskusi-diskusi ringan mengenai buku yang dibaca.
Kegiatan yang berlangsung selama 45 menit sebelum jam pelajaran utama ini diakhiri dengan pemberian apresiasi "Bintang Literasi Pekan Ini" bagi siswa yang paling aktif memberikan tanggapan kritis terhadap bacaannya.